Senin, 10 Januari 2011


Perkembangan dunia teknologi khususnya komunikasi tentunya telah banyak membantu berjuta-juta penduduk dunia untuk saling terhubung antara yang satu dengan yang lainnya. Bahkan semakin lama, kita dapat berkomunikasi dengan teman, keluarga maupun relasi bisnis kita dengan harga yang murah dan dengan kualitas yang cenderung meningkat.
Namun teknologi ini untuk sebagian orang justru memberikan dampak negatif terhadap kualitas dari hubungan yang mereka jalin. Bagaimana tidak, belakangan ini masyarakat lebih nyaman mengumpulkan teman-teman didunia maya daripada aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi riil yang dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih kongkrit dan intents.
Ambil saja facebook sebagai cotoh kasusnya. Banyak orang yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman difacebook tapi di dunia nyata, mereka hanya memiliki beberapa orang teman dekat yang menemani keseharian mereka. Inilah salah satu dampak negatif facebook yang sampai sekarang mungkin belum disadari oleh beberapa orang. Mereka telah kehilangan kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat dan cenderung nyaman dengan kehidupan online. Padahal jika terjadi suatu hal yang krusial pada kehidupan kita, yang bisa membantu kita bukanlah orang-orang yang kita kenal didunia maya tapi orang-orang yang hidup disekitar kita.
Oleh karena itu, mari kita imbangi kehidupan aktif kita didunia maya dengan menjalin hubungan dan komunikasi yang intents dengan masyarakat yang ada disekitar kita. Dengan demikian kita tidak akan terkotak-kotakkan oleh hubungan yang sempit dan kita tidak akan kehilangan kemampuan berkomunikasi dengan yang lain.
Read more »


Ponorogo is best known as the Reog City. Ponorogo dikenal sebagai kota Reog. The main Reog performances are held in the Suro month of the Javanese calender. Reog utama pertunjukan yang diadakan di bulan Suro dari kalender Jawa. But Ponorogo dance groups ares also hired anytime anywhere in Central or East Java where there are festivities. Namun, grup tari Ponorogo juga dipekerjakan kapan saja di mana saja di Tengah atau Jawa Timur di mana ada perayaan. See our travelogue of a reog performance in Salatiga . Lihat perjalanannya kita tentang kinerja reog di Salatiga .
The yearly performance at Ponorogo town square is a kind of theatre of 25 to 40 dancers and musicians, telling about a prince who will propose to a pretty maiden. Kinerja tahunan di alun-alun kota Ponorogo adalah sejenis teater 25 sampai 40 penari dan musisi, menceritakan tentang seorang pangeran yang akan mengusulkan ke gadis cantik. It's leading dancer named Singo Barong, bears a mask full of peacock feathers weighing 30 - 40 kg and being supported with the strength of his teeth. Ini penari terkemuka bernama Singo Barong, beruang topeng penuh bulu merak berat 30 - 40 kg dan didukung dengan kekuatan giginya.

Read more »

 
Powered by Blogger